Konfigurasi Web Server dengan Apache

Web Server Linux

Untuk konfigurasi web server dengan Apache pada Fedora Core 6, secara default sudah dapat jalan dengan hanya menjalankan service httpd saat boot atau dengan command sendiri. Tentunya harus disesuaikan dengan runlevel yang akan digunakan. Dalam bekerja sehari-hari, saya biasa menggunakan runlevel 5.

Proses konfigurasi yang saya lakukan:

1. DNS server dipastikan berjalan dengan baik, termasuk untuk beberapa vitual domain untuk virtual Host yang akan saya buat.

2. Edit file konfigurasi Apache.

3. Membuat file tambahan untuk memudahkan manajemen virtual Host .

4. Jalankan service httpd.

5. Test konfigurasi web server menggunakan browser.

Konfigurasinya ada pada 2 file berikut:
/etc/httpd/conf/httpd.conf
/etc/httpd/conf/vhosts.conf (file buatan saya sendiri, untuk memudahkan manajemen virtual host web server saya)

Direktive Apache yang saya rubah dalam konfigurasi web server saya adalah:
### Section 1: Global Environment
User apache
Group apache

### Section 2: ‘Main’ server configuration
DocumentRoot “/var/www/html”
<Directory “/var/www/html”>
DirectoryIndex index.html index.html.var index.php index.php5

### Section 3: Virtual Hosts (IP based virtual hosts)
# Konfigurasi virtual host
Include conf/vhosts.conf

Sedangkan konfigurasi file /etc/httpd/conf/vhosts.conf saya 4 diantaranya (4 virtual host) sebagai berikut:
(Catatan: Anda harus sudah mengkonfigurasi domain untuk virtual tersebut, jika tidak, maka virtual Host saat diakses web browser tidak akan menemukan DNS servernya). Maksud saya dengan menggunakan IP Based virtual Host adalah agar PC yang saya gunakan dengan 1 NIC saja dapat memiliki beberapa domain.

NameVirtualHost 192.168.0.44:80

<VirtualHost 192.168.0.44:80>
ServerAdmin admin@linuxer.local
DocumentRoot /var/www/html
ServerName linuxer.local
ServerAlias http://www.linuxer.local
ErrorLog logs/error_log
CustomLog logs/access_log combined
</VirtualHost>

<VirtualHost 192.168.0.44:80>
ServerAdmin admin@linuxer.local
DocumentRoot /var/www/html/rpm
ServerName repository.local
ServerAlias http://www.repository.local
ErrorLog logs/repository.local -error_log
CustomLog logs/repository.local -access_log combined
</VirtualHost>

<VirtualHost 192.168.0.44:80>
ServerAdmin admin@linuxer.local
DocumentRoot /var/www/html/smf
ServerName forum.local
ServerAlias http://www.forum.local
ErrorLog logs/forum.local-error_log
CustomLog logs/forum.local-access_log combined
</VirtualHost>

<VirtualHost 192.168.0.44:80>
ServerAdmin admin@linuxer.local
DocumentRoot /var/www/html/fxekobudi
ServerName fxekobudi.local
ServerAlias http://www.fxekobudi.local
ErrorLog logs/fxekobudi.local -error_log
CustomLog logs/fxekobudi.local -access_log combined
</VirtualHost>

Sebagai catatan, bahwa direktori root harus dapat diakses oleh webserver (user dan groupnya), dengan demikian, perlu merubah permission direktori tersebut. Jalankan saja command berikut:
[root@ibm-eko fxekobudi]# chown apache.apache [nama direktori]

Selanjutnya untuk mengaktifkan service, saya gunakan command ini:
[root@ibm-eko fxekobudi]# /sbin/service httpd start
Dan saya aktifkan service named untuk runlevel 3 dan 5 dengan command:
[root@ibm-eko fxekobudi]# /sbin/chkconfig –levels 35 httpd on

Langkah terakhir adalah mencoba konfigurasi webserver kita, gunakan saja browser Mozilla Firefox, trus URLnya arahkan ke domain yang baru saja kita buat. Asyik juga khan, punya domain hosting sendiri, ngga hanya dalam format http://localhost.

Cara ini juga yang kayaknya dilakukan oleh perusahaan webhosting yang menggunakan Linux dan Apache. Mereka ngga perlu punya ribuan IP Public, cukup beberapa, terus dari yang beberapa itu dibuat menjadi ribuan virtual Host, salah satunya adalah shared hosting situs saya ini (http://TheBeckz.net) di MWN. Mungkin untuk 1 IP digunakan untuk ratusan domain shared hosting.

Impian saya sih jika kantor saya punya koneksi internet yang lebih baik dan punya beberapa IP Public, saya mau kelola situs-situs di tempat kerja saya pada server yang akan kami gunakan, sehingga ngga lagi terbatas oleh space share hosting (seperti saat ini), batasannya cuma kapasitas harddisk web server dan bandwith internet di tempat saya bekerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: